Thursday, July 25, 2019

Lingkup Sanitasi

Pertemuan I
Memahami ruang lingkup sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja

Dalam pelayanan kepariwisataan segala kebutuhan yang diperlukan telah siap sedia, seperti pelayanan akomodasi/hotel, restoran/catering, bar, fitness center/pusat kebugaran, transportasi darat, laut dan udara, tempat hiburan, dan fasilitas komunikasi. Semua fasilitas ini tidak hanya menampilkan mutu, citarasa masakan, kenyamanan saja, akan tetapi faktor yang sangat penting adalah menyangkut kenyamanan dan kepastian atau jaminan kebersihan untuk kesehatan sesuai tujuan orang menikmati fasilitas tersebut demi kelangsungan hidupnya yaitu “Hygiene dan Sanitasi” (kesehatan dan kebersihan). Karena itu dalam mengelola seluruh fasilitas yang ditawarkan secara professional haruslah sesuai dengan aturan kesehatan yang berlaku, baik bagi pengguna jasa maupun bagi para pekerjanya untuk mendapatkan kenikmatannya sendiri dengan jaminan kesehatan yang pasti. Pada akhirnya terjadilah dalam usaha bisnis hotel, restoran dan catering persaingan dalam kualitas atau mutu pelayanan yang mencakup kebersihan sebagai jaminan kesehatan. Pada umumnya sanitasi masih belum menjadi hal yang utama dan pertama dalam kehidupan manusia sehari-hari, sederhana tetapi pada saat pelaksanaannya sulit untuk dilakukan, di semua bidang pekerjaan sanitasi atau hygiene/kebersihan pribadi, lingkungan dan tempat kerja merupakan hal yang sangat penting. 


Saat ini Pemerintah mencanangkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah satu Program Nasional di bidang sanitasi yang bersifat lintas sektoral. Program ini telah dicanangkan pada bulan Agustus 2008 oleh Menteri Kesehatan RI
STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Strategi Nasional STBM memiliki indikator outcome yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. 

Sedangkan indikator output-nya adalah sebagai berikut:

  1. Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat.
  2. Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga. 
  3. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
  4. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar. 
  5. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar. 

pengertian sanitasi :
Ada banyak sumber yang berbicara tentang pengertian sanitasi. Sanitasi adalah:

  • Suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia 
  • Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan higienes (sehat) dan bebas pencemaran yang diakubatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya 
  • Cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat (menurut Dr. Azrul Azwar, M.Ph)
  • Prevention od diseases by eliminathing or controlling the environmental factor which from links in the chain of transmission (menurut Ehler & Steel)
  • Cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan (menurut Hopkins)
Kesimpulan dari beberapa pengertian di atas, sanitasi adalah: suatu usaha pencegahan penyakit (preventif) yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. 
Berdasarkan pengertiannya yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu upaya pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Di dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 pasal 22 disebutkan bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, yang dapat dilakukan melalui peningkatan sanitasi lingkungan, baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia, atau biologis termasuk perubahan perilaku
Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia, melalui pemukiman antara lain rumah tinggal dan asrama atau yang sejenisnya, melalui lingkungan kerja antara perkantoran dan kawasan industry atau sejenis. Sedangkan upaya yang harus dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan adalah obyek sanitasi meliputi seluruh tempat kita tinggal/bekerja seperti: dapur, restoran, taman, public area, ruang kantor, rumah dsb. 

Dari uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup kegiatan sanitasi meliputi aspek sebagai berikut: 

  • Penyediaan air bersih/air minum (water supply), meliputi hal-hal sebagai berikut:
  1. Pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas 
  2. Pemanfaatan air 
  3. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air
  4. Cara pengolahan
  5. Cara pemeliharaan.
  • Pengolahan sampah (refuse disposal), meliputi hal-hal berikut :
  1.  Cara/system pembuangan
  2. Peralatan pembuangan dan cara penggunaannya serta cara pemeliharaannya 
  • Pengolahan makanan dan minuman (food sanitation), meliputi hal-hal sebagai berikut: 
  1. Pengadaan bahan makanan/bahan baku
  2. Penyimpanan bahan makanan/bahan baku
  3. Pengolahan makanan
  4. Pengangkutan makanan
  5.  Penyimpanan makanan
  6. Penyajian makana
  • Pengawasan/pengendalian serangga dan binatang pengerat (insect and rodent control), meliputi cara pengendalian vector. 
  • Kesehatan dan keselamatan kerja, meliputi hal-hal sebagai berikut
  1. Tempat/ruang kerja
  2. Pekerjaan
  3. Cara kerja
  4. Tenaga kerja/pekerja 

Dari sudut Kesehatan, sanitasi akan:
  • Menjamin lingkungan serta tempat kerja yang baik dan bersih
  • Melindungi setiap orang dari faktor-faktor lingkungan yang merugikan kesehatan physic maupun psikis (mental)
  • Mencegah timbulnya penyakit menular 
  • Mencegah terjadinya kecelakaan dan menjamin keselamatan (safety subjects

Manfaat sanitasi di tempat kerja 

Beberapa manfaat dapat kita rasakan apabila kita menjaga sanitasi di lingkungan kita, diantaranya adalah:
 a. Mencegah penyakit menular 
  • Ruangan dan ventilasi yang baik dan bersih, tidak memberi kesempatan pada nyamuk, lalat, tikus dan binatang lainnya untuk bersarang dan berkembang biak di dalam rumah.
  • Tersedia air bersih dan air minum yang cukup dan memenuhi syarat kesehatan
  • Pembuangan kotoran dan air kotor yang sesuai dan memenuhi syarat kesehatan
  • Pembuangan sampah pada tempat yang sesuai dan telah memenuhi syarat kesehatan 
  • Ruangan kerja yang memadai dan tidak terlalu sempit karena dapat menyesakkan nafas dan memudahkan penularan penyakit bila terlalu dekat kontak
  • Tempat untuk memasak dan menyimpan makanan uyang terbebas dari pencemaran atau gangguan lalat, serangga dan debu.
 b. Mencegah kecelakaan
  • Tangga harus bersih terbebas dari penghalang bagi yang akan menaiki atau menuruni tangga
  • Ventilasi yag cukup untuk pergantian udara yang bersih dan sehat 
  • Tidak mudah menimbulkan kebakaran 
  • Lantai selalu dijaga kebersihannya, tidak basah dan licin 
c. Mencegah timbulnya bau yang tidak sedap
  • Tersedia tempat sampah sesuai dengan fungsinya (sampah organik dan non-organik)
 d. Menghindari pencemaran lingkungan 
  • Memiliki tempat pengolahan limbah 
e. Mengurangi jumlah (presentase) sakit 
  • Jasmani dan rohani sehat  
f. Lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman 

RANGKUMAN


Sanitasi adalah: suatu usaha pencegahan penyakit (preventif) yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Di dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 pasal 22 disebutkan bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, yang dapat dilakukan melalui peningkatan sanitasi lingkungan, baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia, atau biologis termasuk perubahan perilaku. Manfaat dapat kita rasakan apabila kita menjaga sanitasi di lingkungan kita: Tersedia air bersih dan air minum yang cukup dan memenuhi syarat kesehatan, pembuangan kotoran dan air kotor yang sesuai dan memenuhi syarat kesehatan dan  pembuangan sampah pada tempat yang sesuai dan telah memenuhi syarat kesehatan. Pembersihan adalah: proses untuk menciptakan bersih terhadap sesuatu, bebas dari pengotor fisik dan kelihatan menyenangkan. Pensanitasian berarti bebas dari penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme dan bahan pencemar lainnya. Dalam kegiatan sanitasi peralatan bahan saniter sangat diperlukan untuk mematikan bakteri. Dalam proses pembersihan peralatan, bahan saniter diperlukan agar bersih secara mikrobiologis dapat tercapai. 

TUGAS

Tugas kelompok
  1. Coba kamu identifikasi lokasi pariwisata di daerahmu terkait sanitasinya
  2. Diskusikan bagaimana kondisi sanitasi disekitar lokasi pariwisata di daerahmu 
  3. Setelah selesai diskusi, lukiskan dalam bentuk tulisan pada tabel, apakah lokasi pariwisata tersebut sudah sesuai kriteria dan yang belum sesuai kriteria sanitasi diberi solusi perbaikan
Tuliskan tugas kalian di kolom komentar dibawah ini